Siang hari selepas salat dhuhur. Tiba-tiba...
“Paket atas nama Bambang Irwanto Penulis Tampan Rupawan
dan terus bersemangat menulis sepanjang masa!”
Saya pun bergegas keluar. Seingat saya, saat ini saya tidak
sedang menunggu paket. Dua hari lalu sih, saya beli ganjalan mesin cuci. Itu
pun hanya 15 ribu.
Mas mengantar paket pun menyerahkan sebuah bungkusan pada
saya. Dari bentuknya sih, kayaknya buku. Ehm… kira-kira buku apa, ya? Secara sudah lama saya tidak menerbitkan buku.
Saya pun bergegas masuk lagi ke dalam rumah. Maklum kalau
kelamaan di luar rumah, nanti takut ada fans lewat lalu minta foto wkwkwk.
Lagipula Depok lagi panas banget. Takut kulit saya yang sudah cokelat gelap
berubah jadi hitam wkwkwk.
Wow Kejutan Buku Manis
“Wow.. keren, Alhamdulillah!” ucap saya saat membuka paket
dan melihat apa isinya. Benar.. isinya buku. Tepatnya Kumpulan cerita fabel.
Kebetulan ada satu cerita fabel saya mejeng manis di sana. Ada sertifikatnya juga.
Tak sabar, saya pun segera merobek plastiknya untuk melihat
isinya. Mantap. Ada 18 cerita di dalam buku ini. Dan cerita saya ada di halaman
7. Judulnya Rumah Kita Bukan di Sini. wih.. ada serifikatnya juga.
Tak sabar, saya pun segera merobek plastiknya untuk melihat isinya. Mantap. Ada 18 cerita di dalam buku ini. Dan cerita saya ada di halaman 7. Judulnya Rumah Kita Bukan di Sini. wih.. ada sertifikatnya juga.
O, iya. Semua cerita di dalam buku ini adalah dari Hasil Kegiatan eNBeBe (Nulis Bareng Berhadiah) yang diadakan oleh penerbit Forsen Books yang diadakan tahun 2025 lalu. Saya memang kebetulan ikut. Jujur saya mengincar hadiahnya hahaha. Tapi sebenarnya yang paling penting, ajang ini terus mengasah kemampuan menulis cerita anak khususnya fabel.
Nah, cerita Fabel itu adalah cerita yang tokohnya-tokohnya
adalah hewan atau Binatang. Tokohnya bisa hewan sejenis. Misalnya gajah, maka
gajah semua. Semut, semut semua. Bisa juga dalam satu cerita tokoh hewannya
beragam. Misalnya Kelinci, Marmut, landak, dan lainnya.
Tapi harus diperhatikan, ya. Tokoh hewan dalam cerita harus
sesuai habitatnya. Misalnya settingnya hutan rimba. Maka tokohnya bisa harimau,
macan, singa, atau hewan yang hidup di hutan rimba. Contoh lain kalau hewan
hidup di laut, ya diseragamkan. Jangan campur ada hewan padang pasir. Kan tidak
nyambung.
Dan hasilnya, Alhamdulillah saya jadi juara harapan.
Pastinya senang ya, dan ini jadi pemacu semangat saya juga.
Selamat Tinggal Surga Hitam
Lanjut bahas isi bukunya, yuk! Dari judul bukunya Selamat
Tinggal Surga Hitam, ini sudah menarik sekali, ya. Jujur bikin penasaran.
Seperti apa sih, surga hitam? Biasanya kan, surga itu dalam bayangan kita
bersih putih dan nyaman hehehe.
Dan ini ceritanya menarik dan unik dengan tokohnya Lico
seekor kutu. Awalnya Lico senang sekali tinggal di surga hitam. Tapi kenapa
akhirnya dia meninggalkan, ya? Pasti penasaran kan. Ceritanya snagat bagus dan
wajar saja fabel yang ditulis Sikka Laksito ini jadi pemenang pertama. Mantul..
Lalu bagaimana dengan cerita saya, Rumah Kita bukan di Sini.
Fabel ini idenya saya dapat saya mendapati rumah orang tua yang ditinggal ke
Jakarta kok banyak sarang tawonnya. Maka hadirlah cerita Pak Tata Tawon dan
keluarganya. Cerita lengkapnya, tentu saja bisa teman-teman baca di buku
Selamat Tinggal Surga Hitam.
Dan sebenarnya antara cerita Selamat Tinggal Surga Hitam dan Rumah Kita Bukan di Sini ada benang merahnya, lho. Sama-sama sesuatu yang harus ditinggalkan karena menganggu hehehe.jadi walau nyaman tinggal di sana, tetap harus ditinggalkan.
Nah, selain 2 fabel di atas, masih banyak lagi fabel-fabel
menarik lainnya. Ada Kiko keledai yang abai, Putputsiput yang tak takut terlambat, Lemus Lemur yang tukang tidur, dan lain-lain. Pastinya ceritanya tidak hanya menarik, tapi juga ada pesan
moral, dan juga pengetahuan bagi anak-anak. Buku ini juga sangat cocok untuk kado buat anak.
Bagi teman-teman yang ingin membeli buku ini, bisa langsung
kontak IG Forsen Books atau no WA marketingnya ya 083845190038. Bisa juga japri saya, nanti
saya teruskan pesannya. Harga bukunya 75 ribu. Selamat menikmati cerita-cerita keren di buku ini.
Bambang Irwanto



.jpeg)


Wah selamat ya Pak Bambaaaang, turut senang akhirnya melihat pak bambang tetap semangat menulis dan akhirnya berbuah karya baru. Apalagi karyanya fabel pulak, yang selalu digemari oleh anak-anak dan jadi bacaan wajib saya sebelum tidur, hihihi.
ReplyDeleteInsya Allah nanti kalau ada rezeki, saya pun mau ikut pesan nih pak. Moga aja masih kebagian stocknya yaaaa.
Abah kodir tersenyum bangga
Sebab rebo kan pergi tamasya
Sungguh takdir itu tak bisa diduga
Cerpenis bobo kini jadi teman saya
Kok bisa yah kepikiran menjadikan Kutu sebagai tokoh di dalam cerita, bener bener keren daya cipta imajinasinya, kalo saya mah nulis ga pernah jadi - jadi tapi keinginan untuk bisa bikin Buku selalu aja ada melintas, saya harus belajar nulis nih dari Om Bambang.
ReplyDeleteCocok banget ini buat kado bocah. Anak-anak bisa baca buku cerita Fabel dan mengambil nilai kebaikan. Dan menerapkannya dalam hidup
ReplyDeleteWiiii gokil nih mas Bams, super duper produktif💪💃Amaziiing bangett, masih punya energi dan kreativitas utk nulis bareng buku anak.
ReplyDeletesemangatnya kudu ditiru nih, mantab jiwaaa💪
Masya Allah pa bambang aku suka openingnya pa bambang yang tamvan dan rupawan keukeuh ya hehe
ReplyDeleteOh iya selamat atas terbitnya buku fabel pa bambang , awalnya ku mau browsing fabel teb apa eh alhamdulillah dijelaskan
Cerita hewan sering bangeut ku ceritain ma ade , entah kenapa ya mereka lebih nagkep aja gitu kalau sample ceritanya perhewanan hehe
Semoga laris manis bukunya pa bambang aamiin
saya juga pernah nih ikutan kelas bikin fabel sama mbak Dian Onasis dan ada bukunya juga. jadi pengen ngereview bukunya juga nih. Sebagai penulis jujur genre anak-anak dan fabel ini termasuk sulit buat saya karena sudut pandang menulis cerita anak itu beda banget sama cerpen dewasa atau remaja. Tapi senang sih bisa menghasilkan satu fabel kemarin itu. duh jadi kangen nulis fiksi lagi nih baca tulisan ini
ReplyDeleteSelamat ya Mas Bambang karyanya sudah diabadikan dalam sebuah buku sehingga bisa dibaca banyak orang dan pastinya bermanfaat juga bagi para pembacanya semoga semakin semangat menulis dan juga menebarkan hal-hal baik di dunia
ReplyDeleteKeren Pak Bams, MasyaAllah berkah dan laris manis ya buat antologinya. Jadi terpacu buat saya nih Pak untuk SemangatCiee menulis cerita lagi.
ReplyDeleteSoalnya lagi vakum sementara waktu ini buat mikirin cerpen, padahal ada yang udah kelar cerita tapi belum diedit wkwkwk
Pada saat awal ngebaca membuat saya melankolis, tapi ternyata ceritanya sangat unik, ya. Ide tentang tawon di rumah orang tua yang menjadi inspirasi fabel "Rumah Kita Bukan di Sini" itu sangat humanis dan dekat dengan keseharian.
ReplyDeleteSama seperti tokoh Lico si kutu dalam "Selamat Tinggal Surga Hitam", terkadang kita memang berada di zona nyaman yang sebenarnya kurang tepat. Selamat atas bukunya dan predikat juara harapannya! Sukses terus untuk karya-karya fabel penuh pesan moralnya, sangat menginspirasi para penulis lainnya
Penasaran dgn cerita aslinya tuh yang si Tata. Garis besarnya sih ketahuan. Si Tata mgkn loh ya diusir dr rumah si empunya. Makanya judulnya Rumah Kita Bukan di Sini. Trs kabur ke hutan deh biar ga diganggu.
ReplyDeleteTapi masa ceritanya kyk gt? Pasti mas Bams meramu ceritanya dgn penuh hari biru deh. Pasti menantang dgn smua penokohan yg unik meski cerita fabel.
Jadi pgn baca nih kumcernya. Btw, smg laris manis buku kumcernya ya mas Bams.
Ga sabaaar tahu aku mau baca cerita2nyaaaa 😍😍😍😍. Akh sampe skr masih bacain anakku cerita tiap malam mas. Dari dulu juga aku dongengin. JD walah si adek udah usia 10 tahun ttp seneng dia kalau dibacakan cerita.
ReplyDeleteApalagi mas Bambang memang terkenal sebagai penulis cerita anak 😍😍👍. Congrats terbit lagi buku barunya yaa
Selamat ya Pak Bambang, menjadi juara dan tulisannya di buku kan 🤩🤩🤩 pastinya happy banget ya, manalah macam kejutan pula pas Abang paketnya datang nganterin.
ReplyDeleteDari judul bukunya saja sudah bikin penasaran, bahkan covernya itu bikin menebak-nebak. Oke, sip ada kontak pemesanannya juga ya. Thank you lho, sudah berbagi kisah lewat karya keren.
Wah selamat ya pak cerpennya berhasil masuk ke dalam buku kumpulan fabel ini. Anak-anak memang rata-rata suka fabel ya. Anak saya juga begitu. Jadi penasaran dengan cerita-cerita di dalamnya. Kira-kira buku ini bisa dibaca untuk rentang usia berapa ya? Semoga laris manis 😊
ReplyDeleteAih jadi penasaran
ReplyDeleteLangsung aku kasih ke anakku
Siapa tahu dia mau baca karena lagi butuh inspirasi menulis
Kalau misal dia mau nanti aku WA ke nomor di atas
Selamat ya Pak Bams
Selamat ya Pak, Juara Harapan pun tak mengapa Pak, yang penting tetap semangat
ReplyDeleteJadi malu saya dengan Pak Bams yang masih aktif nulis, apalah saya yang jiper mulu, padahal cita-citanya pengen jadi penulis cerita anak, dulu mesti dikoreksi kiddos cerita yang saya tulis, sedangkan sekarang samapi ditanyain kiddos, ibu ga nuylis cerita lagi? duh malunya, giliran mereka beranjak besar sayanya juga semakin jarang nulis cerita anak
Memang benar ya, zona nyaman itu seringkali terasa sangat membuai sampai kita lupa bahwa pertumbuhan yang sebenarnya justru ada di luar sana. Memutuskan untuk meninggalkan sesuatu yang sudah terasa 'nyaman' demi mengejar apa yang lebih baik memang butuh keberanian yang besar.
ReplyDeleteBarakallahu fiik, mas Bams..
ReplyDeleteSukka banget dengan cerita anak.. dan penulisnya tentu memiliki imajinasi yang tepat. Karena ada nilai edukasi yang ingin ditanamkan saat anak membaca cerita.
Penasaraaan tulisan mas Bams... cuma dikasih teasernyaa ikutan deg degan happy.
Sepertinya saya nggak salah baca sih. Paket atas nama penulis tampan ya, awowowk. Harga bukunya bersahabat nih. Bisa buat nemenin ceritain anak sebelum tidur. Btw, kisah rumahku bukan di sini, sepertinya menceritakan tentang kepekaan tawon yang iba dengan manusia ya? Nebak doang sih.
ReplyDelete