} Lipi Tak Mengulangi Lagi - Rumah Kurcaci Pos

Lipi Tak Mengulangi Lagi

                                    
Ilustrasi : Diani Apsari

     Pili  dan Lipi adalah dua kurcaci  kembar. Walau wajah mereka hampir sama, tetapi sifat mereka berbeda. Pili kalem, ramah, penolong dan suka bernyanyi, sedangkan Lipi ceria, lincah dan suka tertawa, namun kadang cepat marah.

Hari ini, Nyonya Pilo menyuruh kedua anak kembarnya itu pergi ke hutan jamur. Selain mencari jamur untuk persediaan seminggu, Pili dan Lipi akan mencari buah-buahan segar, juga bunga-bunga cantik untuk hiasan rumah. Terkadang, Pili membagikan bunga-bunga cantik itu pada Nyonya Molia, tetangga mereka.

Hutan jamur itu letaknya di dekat air terjun dan sungai, dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Pili dan Lipi juga harus melewati hutan buah. Perjalanan lumayan jauh. Makanya, Pili dan Lipi harus berangkat pagi-pagi sekali, agar mereka tidak kemalaman sampai di rumah.

Lalala…Lilili… sepanjang jalan Pili bersenandung riang, Keranjang rotan di tangannya bergoyang-goyang. Sementara Lipi hanya asyik memperhatikan burung-burung yang sedang berkicau di dahan pohon. Sesekali, Lipi mengambil bunga liar, lalu menyelipkan di cupingnya. Lipi dan Pili tidak perlu khawatir, karena di hutan buah tidak ada hewan buas.

Setelah satu jam berjalan, Pili dan Lipi memutuskan berhenti. Mereka beristirahat  sejenak di bawah pohon mangga yang rindang.

“Wah, pohon mangga ini lagi berbuah!” seru Pili.

Lipi lalu mencari sebatang ranting untuk dijadikan galah mengambil mangga. Hup..hup.. Lipi menyodok-nyodok sebutir mangga. Pluk, akhirnya satu buah mangga itu jatuh. Lipi langsung memakannya.

“Rasanya manis sekali,” kata Lipi gembira.

Pili ikut menyodok sebuah mangga. Tanpa kesulitan, Pili berhasil menjatuhkan satu buah mangga.

“Iya, manis,” kata Pili lalu kembali mengunyah daging mangga.

Lipi menyodok mangga lagi. Kali ini ia tidak menjatuhkan satu biji, tapi ada tiga biji mangga yang berhasil ia jatuhkan. Dengan cepat, Lipi menghabiskan satu biji mangga

 “Lipi, jangan terlalu banyak makan mangga. Perutmu bisa sakit,” Pili mengingatkan Lipi.

 “Ah, tak apa-apa. Mangga ini sangat manis,” tukas Lipi.

 “Tapi jangan berlebihan. Karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik,” kata Pili.

“Memangnya kenapa? Kalau kamu mau, makan saja mangga ini juga.”

“Bila kamu tidak mau sakit, maka kamu harus menjaga kesehatanmu sendiri,” kata Pili lagi.

Lipi tidak menghiraukan nasihat Pili. Ia terus saja memakan dua mangga yang tersisa. Bahkan Lipi menyodok beberapa buah mangga lagi.

Ehm,  rasanya manis sekali. Kapan lagi bisa makan buah mangga semanis ini, gumam Lipi.

“Lipi, kita harus bergegas sampai ke hutan jamur,” Pili mengingatkan saudara kembarnya, karena sinar matahari yang menerobos hutan terasa terik.

“Iya, ayo kita berangkat. Perutku juga sudah kenyang. Tenagaku pasti kuat memetik jamur,’ kata Lipi bersemangat sambil mengikuti Pili.   

Namun baru beberapa meter berjalan, mereka menemukan pohon rambutan. Pili langsung memetik 1 biji rambutan.

“Wah, rambutan ini manis sekali,” kata Pili.

Lipi tidak mau kalah. Ia memetik satu. “Iya, manis. Ayo kita makan rambutan dulu, Pili!” ajak Lipi sambil memetik beberapa rambutan.

Pili menggeleng.

“Kenapa?” tanya Lipi heran.

“Aku takut sakit perut. Tadi aku sudah makan mangga.”

“Ah, tak apa-apa. Biar perut kita yang mengaturnya,” canda Lipi

Pili memilih diam dan memperhatikan saudara kembarnya asyik makan buah rambutan.

“Aduh, perutku.” Tiba-tiba Lipi mengaduh

Pili bingung melihat Lipi mengadu terus. Akhirnya Pili memutuskan mengajak Lipi pulang saja. dan tidak jadi ke hutan jamur.

“Apa yang terjadi pada Lipi?” tanya Nyonya Pilo khawatir saat melihat Pili dan Lipi sampai di rumah.

Pili menceritakan pada Ibunya.

“Tadi Aku sudah mengingatkanmu, Lipi! Bila kamu tidak mau sakit, maka kamu harus menjaga badanmu,” kata Pili.

Akhirnya, sepanjang sisa hari itu, Lipi hanya berbaring di tempat tidur. Berkali-kali Lipi harus ke kamar mandi. Untunglah Nyonya Molia berbaik hati meminjamkan persediaan jamurnya. Nyonya Pilo pun bisa membuatkan sup jamur untuk Lipi

“Pili, maafkan aku, ya! Gara-gara aku, kita tidak jadi memetik jamur,” ucap Lipi menyesal.

“Sudahlah, tidak apa-apa! Yang penting, jangan kamu ulangi lagi. Kamu sendiri kan, yang rugi,” kata Pili

Lipi mengangguk lalu memeluk Plili. Ia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya itu lagi, karena hanya merugikan dirinya sendiri.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Lipi Tak Mengulangi Lagi"

Post a comment

Terima kasih sudah berkunjung ke Rumah Kurcaci Pos. Tidak diperkenankan menggunakan konten di blog ini, tanpa seizin Kurcaci Pos. Terima kasih.