} Bagusnya Film Jendela Seribu Sungai - Rumah Kurcaci Pos

Bagusnya Film Jendela Seribu Sungai

Foto : Abdi Persada FM


Saya suka nonton film Indonesia. Termasuk film anak-anak. Hanya sayangnya, dari sekian film anak yang saya nonton, menurut saya, ini menurut saya ya masih belum 100 persen untuk anak-anak. Sebabnya bukan murni konflik dan diselesaikan oleh tokoh anak-anak. Masih kental konflik orang dewasa. Akhirnya, alur ceritanya masih ada perdebatan antara tokoh orang dewasa.

Sstt.. bahkan sebenarnya, ini menurut kacamata saya ya, film Jumbo yang hits itu pun konfliknya masih berasal dari konflik orang dewasa. Siapa hayo? ya, Pak Rusli hehehe.

Tapi akhirnya, saya menonton film anak yang menurut saya benar-benar untuk anak. Film apakah itu? 


Film Jendela  Seribu Sungai 


Jujur saya tidak pernah tahu ada film anak Jendela Seribu sungai ini. Padahal film ini sudah hadir tahun.. termasuk tayang di bioskop juga tahun 2023. Bahkan mungkin sudah lama juga hadir di Netflix, ya. Bahkan.. film ini ternyata diadaptasi dari novel judul yang sma karya Miranda Seftiana dan Avesina Soebli. Duh ke mana saja saya ya... hehehe

Nah, Kebetulan buan februari, saya langganan Netflix. Dan karena tidak mau rugi, maka sebulan itu saya maksimalkan nonton banyak film. Nah,saat scroll mencari film untuk ditonton, kok Nemu film Jendela seribu Sungai yang digarap Radepa Studio dan disutradarai Jay Sukmo.

Langsung lah saya nonton. Dan tenyata bagus banget. Sesuai dengan keinginan saya untuk film anak-anak. 

Film ini sesuai untuk anak-anak. Termasuk konfliknya yang seputar tokoh anak. Akhirnya bisa diselesaikan oleh tokoh anak-anak sesuai kemampuannya.

Setting ceritanya sangat bagus, Lokalitas.. jadi penontonnya termasuk anak bisa bertambah pengetahuan seputar Kalimantan Selatan. Seperti Sungai Martapura, alat musik kuriding, sampai hewan khas Kalimantan Selatan Bekantan yang ditunjukkan lewat boneka milik si tokoh dalam film. Termasuk kehadiran Ian Kasela, Vokalis Band Radja yang memang berasal dari Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Alur cerita Film Jendela Seribu Sungai

Film ini berkisah tentang Tiga anak. Mereka adalah Arian, Bunga dan Kejora. Mereka disatukan dengan benang merah yang masing-masing berjuang dengan konfliknya masing-masing. Namun dengan dibalut persahabatan yang indah untuk saling membantu memberi semangat.


Foto : IR.ID

Awalnya Arian berteman dengan Kejora, saat Kejora menjadi murid baru di sekolah. Berawal dari pulang Bersama naik Jukung (Perahu khas samarinda), akhirnya mereka jadi akrab. Arian pun jadi tahu masalah yang dihadapi oleh Kejora yaitu keinginan bersekolah tinggi demi mewujudkan cita-citanya menjadi dokter atau menjadi penerus tradisi leluhur keluarga.

Sedangkan Bunga itu sebenarnya tetangga Arian. Walau Arian tinggal di rumah di atas sungai Martapura dan Bunga tinggal di komplek perumahan mewah, Tapi Arian bisa melihat bunga dari bayangan di jendela. Sampai akhirnya di suatu kesempatan, Arian dan Kejora bisa betemu Bunga. Dari situlah mereka berteman akrab.

Ternyata Bunga mempunyai keinginan menari, tapi dia mempunyai keterbatasan yang menghambatnya. Arian dan Bunga pun berusaha membantu Bunga agar bisa mewujudkan impiannya menari di pesta daerah.

Lalu bagaimana dengan Arian? Apakah dia mempunya konflik? Tentu saja. Awalnya saya juga merasa, kok Arian lempeng aja nih? Padahal sebagai tokoh utama, harusnya justru dia yang mempunyai masalah besar.

Eh.. ternyata di saat keinginannya menjadi pemain Kuriding seperi ayahnya, Arian justru menghadapi masalah yang sagat besar dalam hidupnya. Pastinya ini menguncang dirinya juga.

Nah, apakah masalah yang dihadapi Arian, Bunga, dan Kejora bisa terselesaikan dengan baik? Jawabannya hanya satu, tonton film Jendela Seribu Sungai. Dijamin keren. Saya saya memberi rating 9/10.


Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Bagusnya Film Jendela Seribu Sungai"

  1. Aku juga merasa kekuatan film ini ada di nilai persahabatan dan budaya lokalnya, apalagi latar Banjarmasin dan kehidupan di sekitar sungai itu bikin filmnya punya “rasa” sendiri. Cuma ya, seperti yang dibahas di artikel, memang ada beberapa bagian yang terasa kurang dalam dari sisi emosi, jadi pesannya belum sepenuhnya “nempel” di hati.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak.Betul sekali. Itulah dua kekuatan film ini saat pas untuk anak-anak. Pesan moral dapat, pemgetahuan juga bertambah.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ke Rumah Kurcaci Pos. Tidak diperkenankan menggunakan konten di blog ini, tanpa seizin Kurcaci Pos. Terima kasih.