Sekarang ini
anak-anak sudah sangat terikat dengan gawai. HP atau tablet sudah jadi pegangan anak-anak sehari-hari. Bahkan
sejak usia balita, anak-anak sudah dibiasakan pegang HP oleh orang tua sendiri.
Misalnya nih, saat anak-anak rewel atau menangis minta sesuatu, maka kebanyakan orang tua langsung menyodorkan HP kepada anak. Apalagi kalau saat itu, sikon orang tua sedang repot atau sedang mengerjakan sesuatu yang lain.
Dan memang terbukti, anak langsung jadi
anteng. Orang tua pun bisa melanjutkan
pekerjaannya sampai tuntas. Solusi cepat, tanpa harus banyak drama. Akhirnya itu
menjadi andalan utama orang tua untuk mengatasi anak saat anak rewel.
Tapi ternyata, tanpa disadari, itu berdampak besar juga
kepada anak. Terutama anak jadi tergantung pada gawai. Bukan hanya kecanduan,
tapi juga bisa menganggu mata mereka. Akhirnya itu menjadi andalan utama orang
tua untuk mengatasi anak
Padahal seperti yang kita ketahui anak yang terpapar dan gawe itu sangat rendah dengan matanya. Menatap layar terlalu lama memicu mata lelah, mata kering, hingga meningkatkan risiko rabun jauh (miopia) pada usia dini. makanya tidak heran di usia dini sudah banyak anak-anak yang memakai kacamata, lho.
Momen Indah yang akan Hilang
Mata adalah aset paling berharga. Makanya harus dijaga dan dirawat dengan baik. Apalagi bagi anak-anak. Saat masa tumbuh kembang, mata jadi jendela anak-anak untuk melihat, lalu belajar banyak hal.
Contoh sederhana, bagaimana awalnya anak mengenal bentuk dan warna. Mengenal orang-orang di sekitarnya. Tahu kalau di sekitarnya ada beragam bunga dan hewan. Anak-anak bebas berlarian mengejar capung atau kupu-kupu. Jadi kalau sejak dini saja mata sudah terganggu, pastinya akan menghambat masa tumbuh kembangnya juga.
Bermain Gadget Boleh, Asal…
Segala sesuatu yang diciptakan, pasti ada dampak baik dan dampak buruknya. Begitu juga dengan kehadiran gadget. asal gadget dipakai dengan bijak, pasti memberi manfaat. Gadget itu tidak hanya bisa dipakai main game, tapi bisa untuk menonton sesuatu yang ada ilmu pengetahuan. Bisa juga gadget diibaratkan seperti buku, sebagai jendela dunia.
Selain itu Gadget juga bisa untuk membaca cerita menarik. Pastinya untuk belajar melatih keterampilan motorik, gadget juga meningkatkan kemampuan kognitif Selain itu merangsang kreativitas, dan pastinya media belajar interaktif
Nah, Berdasarkan panduan dari Kementerian Kesehatan
(Kemenkes) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut adalah
langkah-langkah praktis yang bisa orang tua terapkan saat anak bermain gadget.
Batasi waktu
Hal utama yang harus dilakukan orang tua Adalah membatasi
waktu anak-anak bersinggungan dengan hape. Karena segala sesuai itu bagus kalau
sesuai aturan. Nah, untuk. Anak usia sekolah pegang hape 2 jam per hari. Itu pun
saat bebas dari urusan sekolah. Termasuk tugas belajar di rumah.
sedangkan dan anak pra sekolah, walau mereka belum sekolah
dan punya banyak waktu di rumah, cukup 1 jam sehari. Biarkan mereka melakukan
aktivitas lain.
selain itu gunakan rumus 20-20-20. Di mana setiap 20 menit menatap layar hape, mintalah anak mengalihkan pandangannya melihat objak sejauh 20 kaki atau sekitar 6 meter selama minimal 20 detik. Ini terbukti bisa merilekskan otot mata.
Atur posisi dan jarak pandang
posisi ideal anak main hape adalah duduk tegak dengan jarak pandang 30-50 sentimeter dari layar. untuk mencegah mata lelah dan gangguan postur tubuh.
Pengaturan layer dan pencahayan ruangan
Soal ini juga tak bisa luput dari pengawasan orang tua. Pastikan
cahaya dari layer hape sesuai
Begitu juga pantau pencahayaan tempat anak-anak bermain hape.
Jangan sampai di tempat kurang pencahayaan .


.png)
.png)
.png)

Wah sedikit ngena nih soal kecanduan HP....
ReplyDeleteJujur saya punya screentime yang lumayan lama sampai kena minus. Ini jadi pelajaran sih kalau suatu saat ponakan atau kerabat saya kecanduan main HP
Masalah mata lelah ini memang jangan sampai dianggap enteng, penggunaan HP terlalu sering kemungkinan dapat menggangu penglihatan pada anak - anak. Jangankan anak, kadang kita juga suka tiba - tiba merasa lelah pas lagi scrolling HP, tanpa kita sadari, ternyata mata kita sudah terlalu lama kontak dengan layar HP.
ReplyDeleteIdealnya memang harus siap sedia selalu tetes mata, supaya ketika mulai terasa lelah mata kita dapat segera dicegah dengan menggunkan Insto.
Betul sekali Pak. Apalagi anak-anak tuh biasanya gak pernah peduli dengan kesehatan nya sendiri
ReplyDeleteWalaupun mata udah merah tetap aja maksain melototi layar monitor
Anak saya juga gitu
Batu setelah masuk pondok aja saya mulai lega karena di sana lepas dari hal² berkaitan paparan sinar radiasi layar
Anak-anak juga rentan ya Pak, kena mata SePeLe kirain orang dewasa aja yang bakalan kena, sehingga perlu juga nih anak-anak diawasi, apalagi memang penggunaan gadget demikian masif di era sekarang. Antisipasi udah harus banget dilakukan
ReplyDeletePonakan-ponakan saya yg umurnya masih balita aja udah pada aktif ber-gadget ria.
ReplyDeleteRepoott memang hidup jaman now.
Wibawa Ortu makin kalah ama gadget dah.
Tapi memang gimanaaa, tugas sekolah juga diaksesnya via gadget,... mumettt!
Yang jelas, terwajib nyetok INSTO Dry Eyes ini yha.
jadi pengingat penting bagi orang tua agar lebih peka terhadap perubahan kecil pada kebiasaan anak. Kadang anak belum bisa menjelaskan bahwa penglihatannya mulai terganggu, sehingga gejalanya justru terlihat dari perilaku sehari-hari. Karena dianggap sepele atau hanya kebiasaan, pemeriksaan mata pun sering terlambat dilakukan. Padahal, semakin cepat diketahui penyebabnya, semakin cepat pula anak mendapatkan penanganan yang tepat. Sebagai orang tua memang perlu mengamati tanpa langsung memarahi anak, apalagi ketika ia terlalu dekat melihat layar atau kesulitan melihat benda dari jauh.
ReplyDeleteAku sendiri cukup membatasi anak untuk bermain gadget. Selain kalau main gadget berakibat pada mata dan fokus. Juga agar anak lebih banyak beraktifitas outdoor untuk kesehatan matannya.. :D
Memang seharusnya dibatasi dari dulu. Aku agak nyesel juga ngenalin hp ke anak2 sejak kecil. Jadi cukup susah membatasi kalau sekarang. Untungnya mereka tipe penurut sebenarnya.jd untuk skr ini aku izinin main hp memang di weekend dan hari libur.
ReplyDeleteKecuali si sulung yg udah remaja..kalau itu agak susah mau dilarang, secara tugas sekolahnya juga dikirim pakai hp sesekali 🤣
Rata-rata anak yang ada di sekitarku emang sudah pada difasilitasi gadget sama orang tuanya. Terus, namanya di desa ya. Orang tuanya jarang ngawasin penggunaan oleh mereka.
ReplyDeleteAku yang ngelihatnya ngeri sama matanya sih. Aku sendiri yang memang kudu kerja di depan laptop, mata suka sepet, perih, dan lelah gitu.
Masalah penggunaan gadget pada anak-anak memang PR besar baut para orang tua sekarang ini. Butuh pengarahan yang ketat, tapi beberapa orang tua sibuk tentunya cukup kesulitan dengan pengawasan seperti itu.
ReplyDeleteDampaknya screen time jadi tak terknontrol dan berdampak pada banyak hal, termasuk pada kesehatan mata, ya. Kalau sudah begitu kan jadi berabe. Makanya setuju sih dengan poin-poin yang sudah dijabarkan di atas seperti berusaha membuat aturan untuk membatasi waktu anak-anak di depan layar gawai, agar mereka tetap punya dunia selain dunia maya
kadang kita suka menganggap sepele kebiasaan kecil anak, seperti sering ngucek mata, mata berair, atau suka duduk dekat sekali waktu nonton TV. Padahal ternyata itu bisa jadi sinyal awal kalau penglihatan anak sedang bermasalah.
ReplyDeleteJadi insto dry eyes ini aman yah dipake sama anak anak kalau matanya lelah gitu
Sepakat, Mas Bams. Anak sekarang lebih sering terpapar gadget. Apalagi Saladin hobi belajar bahasa dan coding via laptop, jadi matanya lelah dan kering. Kudu sedia Insto Dry Eyes di rumah agar mencegah mata lelah.
ReplyDeleteAnak zaman sekarang memang sepertinya sudah tidak bisa lepas dari gadget. Jika pemakaiannya masih dalam batas wajar mungkin masih amaan. Tapi kalau sudah berlebihan alias terlalu lamaa akan memberi efek negatif, salah satunya pada mata. Mata anak akan cepat lelah...untung ada insto yaa...bisa mengurnagi mata lelah anak. Tapi tetap sih penggunaan gadgetnya perlu dibatasi.
ReplyDeleteanak-anak sekarang memang kebanyakan lebih cepat terpapar layar gadget ya karena memang mereka juga lahirnya di era itu. jadi memang penting sekali untuk memperhatikan kondisi mata anak jangan sampai bermasalah karena kebanyakan menggunakan gadget
ReplyDeleteWah, sepertinya memang mesti siap sedia dengan insto ini. Selain untuk mengurangi mata lelah pada anak pada saat mereka mengeluhkan hal tersebut. Soalnya mereka kalau sudah nempel sama gadget itu beneran nempel dalam jarak yang terlalu dekat. Kasihan kalau sampai mengalami gangguan pada mata di usia dini.
ReplyDeleteAnak-anak ini memang harus ekstra diperhatikan kalau sudah masalah gadget. Sama lah dengan orang dewsa, kadang kita aja nonton suka lupa waktu. Udahannya begitu ingat banyak kerjaan di dunia nyata yang cawe-cawe. Wkwk.. Buat jaga-jaga, mesti sedia Insto Dry Eyes ya..
ReplyDeleteIdealnya, anak-anak jangan terlalu sering pegang hp, lihat hp, tab dan sejenisnya. Biarkan mereka banyak bergerak dan bermain. Namun, memang tidak menutup mata, banyak anak yang merengek pengen main hp, nah ortu kudu batasi penggunaan hp biar mata anak tetap aman serta nyaman. Kalau kepalang kena gejala SePeLe, nggak boleh diabaikan, mesti langsung diatasi, untung ada Insto Dry Eyes ya. Solutif sekali ini sih. Jadi mau tanya, minimal usia naka berapa tau yang boleh pake Insto?
ReplyDeleteIdealnya, anak-anak jangan terlalu sering pegang hp, lihat hp, tab dan sejenisnya. Biarkan mereka banyak bergerak dan bermain. Namun, memang tidak menutup mata, banyak anak yang merengek pengen main hp, nah ortu kudu batasi penggunaan hp biar mata anak tetap aman serta nyaman. Kalau kepalang kena gejala SePeLe, nggak boleh diabaikan, mesti langsung diatasi, untung ada Insto Dry Eyes ya. Solutif sekali ini sih. Jadi mau tanya, minimal usia naka berapa tau yang boleh pake Insto?
ReplyDeleteSetuju Pak, saat ini gadget memang seperti menjadi solusi instan untuk menenagkan anak bagi beberapa orang tua. Padahal tanpa mereka sadari hal ini bisa membawa efek negatif yang bisa merugikan jika berlangsung jangka panjang. Sebagai orang tua kita memang harus lebih aware terhadap anak-anak, termasuk menerapkan jurus "tega' saat mereka tantrum minta HP. Untuk anak pra sekolah lebih baik dialihkan pada buku bergambar sih kalau menurut saya.
ReplyDeleteSi kecilku nih suka main gadget lamaaaa bgt. Pokoknya abis pulang sekolah tuh pelariannya lgsg gadget. Bisa nonton medsos atau main game anak2. Untungnya nontonnya ga aneh2 sih. Aku suka lihatin riwayat nontonnya. Efeknya ya mayan bs casciscus kalo diajak ngobrol, bahkan dlm bahasa Inggris.
ReplyDeleteEfek negatifnya, matanya sering perih. Kelamaan natap layar sih ya. Untungnya ada Insto Dry Eyes yang siap di kotak P3K. Aman deh jadinya.
Untungnya aku sama istri lumayan kompak ya, kalo masalah per-gawaian. Intinya kalo aku, melarang total penggunaan smartphone buat anak-anak. Jadi namanya nonton youtube lah, scroll-scroll itu haram hukumnya.
ReplyDeleteBisa halal, tapi wajib dari TV nontonnya. Supaya gak ada kecanduan, dan lebih bisa diawasi juga.
Tapi meski begitu, netesin obat mata itu tetep perlu gak sih yaa. Biar mata kita juga bisa terhidrasi dengan baik.
Sepakat pak, kemajuan teknologi ini memang bagai pisau bermata dua, walaupun sudah direm tapi karena temannya pakai eh dia pakai punya temannya, jadi ya harus pintar-pintar atur screentime, belum lagi kalau les online kan, terpaksa deh pakai gadget lagi
ReplyDeleteini barusan saya tetesin insto anak tengah yang baru saja les online, dia mengeluh matanya sepet
Anak2 zaman sekarang emang susah dilepaskan dari gadget ya Pak Bambang. Nggak cuma soal mereka yang kecanduan, tetapi kek sekolah aja udah menuntut mereka menggunakan gawai.
ReplyDeleteMakanya sebagai ortu harus tegas bisa bikin batasan kapan anak pegang HP buat belajar, buat main, dll.
Di rumah saya juga selalu nyap-nyap ngingetin soal durasi pemakaian sama jarak mata ke gawai. Soalnya saya sendiri berkacamata dan rasanya nggak enak. Makanya jangan sampai anak2 pakai kacamata juga.
Btw di rumah juga ada Insto Dry Eyes buat jaga2 kalau lagi sakit mata.
Aduh, ini jadi pengingat juga buat saya agar jangan kelamaan menyodorkan gadget pada anak meski sudah saya dampingi. Selama ini saya dan istri batasi 1 jam saja tiap hari. Kalau sudah lebih, ya sudah, saya tahan-tahan mereka rewel atau gangguin saya yang kerja di rumah.
ReplyDeleteBtw apakah Insto Dry Eyes sudah aman untuk balita ya? Saya sih sudah sedia ini karena belakangan mata saya suka lelah, kalau malam gatal dan pandangan kabur.
Iyaa anakku tuh kelamaan main game matanya sampai merah dan kering sampai ke a dry eyes syndrome.. abis ku marahin, ku ingatkan untuk mengurangi screen time dan pakai Insto Alhamdulillah membaik sekarang kapok dia main berlama-lama
ReplyDeleteBener sih. Anak jaman sekarang rata-rata sudah terpapar layar sejak dini. Penting banget mengatur waktu screen timenya agar tidak berlebihan. Mengatur jarak juga penting agar lebih aman untuk mata. Nah kalau sudah agak besar bisa nih pakai insto.
ReplyDeleteDuh bener banget ini. Apalagi anakku sekolahnya blended learning. Jadi emang sering akses gawai untuk membuka LMS.. untungnya aku juga sedia insto dry eyes di rumah
ReplyDeleteBermain dengan gadget ini memang rawan banget yaa.. mas Bams.
ReplyDeleteSelain memang jadi keterusan.. yang awalnya cuma 5 menit pertama, lalu berangsur jadi 30 menit berikutnya. Kudu ada aturan yang disepakati dengan jelas, karena selain waktu, juga memikirkan kesehatan mata untuk jangka panjang.
Tapi sebenernya Insto Dry Eyes aman di usia minimal anak berapakah, mas Bams?
Sepertinya teknik 20-20-20 ini bisa banget buat saya terapin. Sebagai pekerja depan layar, penting untuk mastiin mata tetap sehat. Siap sedia Insto jadi solusi. Mata gak kering dan gak mudah gatal.
ReplyDelete