Sekarang ini saya sering sekali naik KRL. Ini karena stasiun Pondok Cina dekat dari tempat tinggal saya di Depok. Naik Motor ke staisun Pocin, lalu titip parkir, dan bayar 8 ribu seharian, bisa bebas mau ke mana-mana. Kalau kebetulan nginap, tinggal tambahkan saja bayar parkiran
Karena sering naik KRL. Saya jadi suka memperhatikan tingkah pola penumpang. Termasuk anak-anak. Di hari Sabtu, Minggu atau libur nasional, banyak orang tua mengajak anaknya naik KRL. Termasuk membawa anak balita juga.
Nah, kalau anak balita ini, memang seringnya ada drama. mulai menangis bahkan sampai tantrum. Ini terkadang membuat orang tuanya emosi jiwa hehe. Berbeda dengan anak usia SD yang paling merajuk sedikit. Lalu bisa duduk anteng.
Terus ada juga anak Balita yang tidak mau diam. Maunya jalan di gerbong atau naik di atas tempat duduk. Akhirnya orang tua jadi sibuk melarang ini itu. Seringnya anak tidak mengindahkan ucapan orang tua. makin dilarang makin kencang nangisnya. dan inilah andalan mereka untuk menarik perhatian. Ya, namanya juga masih balita.
Keinginan Balita Selama di KRL
Anak Balita yang ikut naik KRL bersama orang tuanya, otomatis menjadi tanggung jawab orang tua untuk menenangkan dan mengendalikan anak selama di perjalanan. Orang tua pasti sudah mengenal anaknya dan tahu bagaimana cara mengatasi anaknya. Orang tua yang mengendalikan anak.
Makanya agak riskan, kalau orang tua menuruti kemauan anak selama naik KRL. Anak mau jalan-jalan di gerbong dituruti. Padahal itu berbahaya juga. Anak bisa terjatuh karena kereta yang terus bergerak. Belum kalau ada pengereman kereta secara mendadak mendadak. Apa anak tidak bahaya? Bahkan ada orang tua yang menuruti anaknya duduk di lantai gerbong.
Banyak juga orang tua yang menyuruh anaknya berdiri dengan berpegangan pada kaca jendela kereta. Maksudnya lihat pemandangan. Tapi sepatu atau sandal yang anak pakai mengotori tempat duduk. Ini jelas menganggu kenyamanan penumpang lain.
Ada juga anak balita yang minta bergelantungan di pegangan kereta. Kayak seorang pesenam saja. Dan orang tuanya menuruti saja. Padahal itu kan berbahaya. Kalau tangan licin dan pegangan terlepas, maka anak akan terjatuh di lantai gerbong yang keras.
Anak Balita Bisa Tenang Selama di KRL
Sesuai pengamatan saya. Ada juga kok balita yang bisa tenang selama naik KRL. Mereka anteng saja duduk bersama orang tuanya. Bahkan ada yang asyik mengamati penumpang KRL. Termasuk ada penumpang yang asyik nonton Drama Korea di hape hehehe. o, iya. kalau teman-temna butuh referensi tontonan menarik, bisa mmapir ke Blog Rani Noona. Pokoknya lengkap. Soalnya ini blog review drakor, dracin, dan dorama. Asyik, kan..
Jadi ini menunjukan, jadi semua tergantung pada orang tuanya.
Kembali soal balita yang bisa anteng di KRL, yag saya amati, semua ini menunjukkan terganting pada orangtuanya. Para balita yang anteng saat naik KRL itu, tenang saat duduk di pangkuan ibumu. Kemudian didekap dengan penuh kasih sayang. Posisinya sesuai dengan kesukaan balita sjia. Ada yang dipangku menghadap badannya ke depan ada juga yang diipangku badannya menghadap ke badan orang tua.
Saya yakin balita itu anteng karena merasa nyaman. Apalagi kalau dipuk-puk dengan lembut dan penuh kasih sayang. Tidak lama Balita akan tertidur. Orang tua pun tenang sampai tujuan
Anak bisa anteng di KRL. Semua ala bisa kerena biasa. Karena dibiasakan, maka anak balita sudah paham dan tidak akan tertarik untuk meminta hal ini itu selama di perjalanan naik KRL. Dan orang tuya bisa memenangkan anak. Ini juga demi kebaikan mereka selama di perjalanan.



Setuju sama pak bambang ..balita bisa anteng di KRL karena dibiasakan sama orang tuanya dan bagaimana cara didik kedua orang tuanya,,,kalo orang tua biasa menerapkan kedisiplinan dan memberikan pengertian sepertinya balita juga bisa anteng dimanapun tanpa tantrum jadi semua kembali ke bagaimana pola asuh kedua orang tuanya terhadapa anak2
ReplyDeleteIntinya anak itu akan terbiasa dengan didikan dan kebiasaan dari orang tuanya atau orang terdekat nya ya.
ReplyDeleteBagaimana orang tua memperlakukan anak juga bisa tercermin dari bagaimana perilaku si anak...
Kalau orang tua bisa menenangkan anak, gak hanya dalam kendaraan umum, dimanapun berada pasti si anak bakalan bisa menempatkan diri. Tandanya orang tua berhasil mendidik anak dengan baik tanpa ada drama...
Pak, hari-hari belakangan saya suka anxiety kalau naik transum dengan balita. Gimana enggak, soalnya orang gampang banget cekrek dan viralin di Threads apa di X gitu, misal keganggu dikit atau lihat perilaku balita yang nggak berkenan. Sereeemm bgt pokoknya.
ReplyDeletePadahal anak-anak saya tuh anteng, dari sejak bayi. Persis kayak tulisan di atas, mereka mudah dibuat nyaman. Tapi ya sewajarnya anak2, ada banyak nanya dan oceh-ocehan dgn suaranya. Tapi baru tau kalau ini bisa sangat sensitif bagi orang lain ya, entahlah skrg balita yang diminta memahami org dewasa, hehe.
Alhamdulillah, sejauh ini Putri termasuk dalam golongan balita yang tak pernah rewel kalau lagi di transportasi umum. Mungkin karena kami sudah sering membawa dia berkeliling dan jalan jauh sejak dia masih kecil, kali ya. Makanya semakin hari, makin terbiasa.
ReplyDeleteSebenarnya menurutku kuncinya ada di bounding si. Kita sbg orang tua itu gak boleh abai sama anak, apalagi di transum macam gini. Sebisa mungkin peluk, gendong, lalu ajak ngobrol agar dia tak merasa bosan.
memang sebaiknya anak-anak kalau mau diajak bepergian diberi tahu dulu sama orang tua tentang Do and Don't selama perjalanan. Diberi pemahaman dan diajak ngobrol. Serta jangan lupa seperti yang Pak bambang bilang bahwa orang tua harus memberi perhatian kepada anaknya jadi anak nyaman deket-deket sama ibu dan ayahnya. Gak akan pecicilan di kereta.
ReplyDeletemayoritas ortu berlindung dengan kalimat "namanya juga anak anak"
ReplyDeletetapi yhaa limit toleransi orang beda beda yha✨
aku juga beberapa kali lihat bocil tantrum pas lagi di Transum. ikut berempati dgn ortunya yang tampak.udah lelah. tapi yhaaa begitulaahhh, anak anak emang kadang sukar ditebak mood-,nyaaaa
Sepakat, anak balita pasti bisa anteng dan enjoy di KRL kok. Terpenting sebelum otw ortu kasih brief penuh kasih sayang. Kasih pengertian kalau perjalanan akan lama, boleh tidur atau melihat pemandangan (please copot sepatu dulu).
ReplyDeleteKebetulan saya punya keponakan balita dan suka saya ajak naik KRL, kalau sudah di kasih pengertian, ia paham dan nurut. Ia akan tidur atau lihat pemandangan dari jendela setelah melepaskan sepatu atau sendalnya. Pas tiba di tujuan wajahnya segar dan senang.
Semoga saja para ortu bisa mengkondisikan anak balitanya saat naik kendaraan umum termasuk KRL ya. Apalagi yang mau lihat pemandangan di jendela, harus di lepas alas kakinya biar nggak ngotori tempat duduk bersama.
Bawa balita naik KRL emang punya tantangan tersendiri, ya Pak BAms. Kadang kita sebagai orang tua suka cemas duluan takut anak rewel di gerbong. Makanya, tips buat pilih waktu di luar jam sibuk atau off-peak itu penyelamat banget, jadi anak nggak merasa gerah karena berdesakan.
ReplyDeleteMenyiapkan mainan kesukaan atau camilan kecil juga ampuh banget bikin mereka anteng menikmati perjalanan. Seru juga ya ngajak anak naik transportasi umum sejak dini buat melatih kemandirian.
jujur aku jarang sih, mas ngajak anak naik kendaraan umum pas masih balita. Soalnya di kotaku sini aku kemana-mana naik motor dan di sini juga ada tranportasi bus gitu baru tahun 2021 yang lalu jadi anakku yang paling kecil juga sudah 3 tahun lebih. pengalaman waktu itu alhamdulillah sih anaknya anteng aja masih mau kalau kusuruh diam atau kadang malah kupangku aja tuh si bungsu biar nggak gerak hehe
ReplyDeleteMas Bamsss.. Sekarang tuh banyak banget isu anak² kalau ada di Transum atau di public space lho.. Saya kadang agak khawatir juga bawa anak yang lagi aktif²nya ke public space gini. Khawatirnya main photo terus di viralin.. padahal ya masih bisa lho ditegur sang ibunya, bukan main photo dan viralin. Kesian si anak malah..
ReplyDeleteSaya sendiri punya satu anak, dan dulu rasanya nggak semenakutkan sekarang. Anak saya pun pernah rewel pas naik transum, kayak kereta jarak jauh yang notabene bikin jenuh. Maka solusinya saya bawa jalan² dari satu gerbong ke gerbong lain, atau ke kereta restorasi buat cari hiburan. Cuma ya kondisi tertentu tidak semudah itu. Beda anak, beda juga cara nenanginnya.
Perlu juga sih, netijen ini belajar buat belajar bagaimana mengatasi ketidaknyamanan ketika ada anak². Begitu pula orang tua juga bisa dengan legowo memint maaf jika dirasa mengganggu. 🥲
Anakku termasuk anteng 2-2 nya. Tp mungkin aku hrs mengucapkan terimakasih ke babysitter mereka yg udah ngajarin segala macam. Krn memang pas bayi sampe SD kls 2 mereka diasuh babysitter seringnya.
ReplyDeleteJadi tiap bawa anak2 naik kendaraan umum kayak LRT , MRT, Shinkansen , pesawat di overseas, mereka tuh tenang. Ga pernah ribut samasekali. Dan aku juga selalu bilang, jauh2 hari sebelum naik pesawat misalnya, bahwa nanti kita akan naik pesawat lamaaaaa banget, ga boleh ribut, Krn orang2 bisa marah.
Dan mereka paham kok.
Jadi kalaupun di pesawat bosan, atau di kendaraan umum bosan, mereka akan minta mainannya, atau tiduran di paha ku atau suami.
Intinya, biasakan dan rajin2 bilang ke anak, suasana kendaraan umumnya, apa yg boleh dan tidak boleh. Mereka insyaallah ngerti
Iyaya orangtua pasti punya andil utama agar si anak anteng selama di dalam KRL maupun transportasi umum lainnya.
ReplyDeleteHal yang kadang bikin sesiatu adalah ketika si anak dibiarkan lompat-lompat di kursi, nah ini memang disayangkan, takutnya aja tuh atau bisa jadi penumpang lain yang kurang nyaman dengan hal itu, karena pernah ada daku melihat yang sampai menegur si orangtua agar anaknya tidak melakukan itu.
Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi kondisi didalam transum demi kenyamanan bersama
Pokoknya ortunya jgn main hp mulu yak. Apalagi kalo keasyikan nonton drakor/dracin/dorama, tapi anaknya malah ditinggal. Kan bahaya. Makanya aku sepakat ama mas Bams. Ortu, khususnya sang ibu bs memeluk/bersanding dgn anak saat naik KRL. Kalo penuh, sang anak bs dipangku biar nyaman dan tdk mengganggu dgn penumpang lain.
ReplyDeleteSelama tidak ada yang mengusik, popok aman, makanan dan minuman tersedia, balita pasti anteng
ReplyDeleteKalau bawa balita selalu bawa juga mainan kesukaannya
Dijaga biar ga hilang aja
Pasti nyaman di KRL dan bisa jadi gak mau turun, hehe
Sepakat Pak. Anak-anak itu akan menjadi sosok seperti apa, tergantung bagaimana orang tua mendidiknya. Meskipun saya suka anak kecil tapi kadang tidak nyaman jika ada anak yang terlalu banyak tingkah saat berada di fasiltas umum. Orang tua pun harus aware, sehingga bisa mengondisikan anak-anaknya supaya tidak mengganggu kenyamanan penumpang lain.
ReplyDeleteini lebih kepada kemampuan emosional orang tuanya dalam menjaga sang anak. agar tetap tenang jika ada di tengah keramaian. salut dengan orang tua semacam ini.
ReplyDeleteMemiliki anak balita memang ada saja tantangannya ya
ReplyDeleteApalagi klo diajak naik tranportasi umum seperti KRL ini
Pastinya mereka harus nyaman dulu baru bisa anteng ya
Saya belum pernah naik KRL, tapi pernah bawa balita saya naik bus umum. Teman bus itu lho... Kalau pas rame banget emang dia kadang suka nggak nyaman. Tapi selama dalam pelukan emaknya, dia diem sih. Paling sesekali aja merengek.
ReplyDeleteEmang orang tua harus tenang dalam menghadapi rengekan anak. Atau anak semakin tantrum.
INget banget dulu pas punya balita, mashaAllah memang kalo pas tantrum.
ReplyDeleteJadi kudu banget, orangtua bawa tas sedikit berat, dengan berbekal makanan dan minuman favorit misalnyaa.. atau siapin mainan yang biasa sering dimainkan. Bisa juga bawa boneka atau buku bantal. Segala cara dilakukan agar anak anteng dan perjalanan menjadi sebuah petualangan seru.
Karena menurutku, mengajak anak-anak ini artinya mengajarkan dan menanamkan moral serta kenangan baik bagaimana orangtua bersikap kepada anak.
Anak2ku juga naik KRL sejak masih balita, biasanya triknya supaya tidak crancky biasanya naik bukan di jam sibuk. Menyesuaikan aja gitu. Sama sebelum naik KRL pastikan anak udah kenyang dan disounding dulu kalau nanti akan naik KRL biar nggak kaget.
ReplyDeleteBahkan kalau bisa naik pas jam dia bobo lebih baik lagi hehe biar dia ngantuk selama di jalan aja :D
Emang tergantung ortu ya, karena nggak jarang kalau anaknya lari2an gitu atau naik2 kursi bahkan nggandolin apa tu yang buat pegangan tangan, eh, ortu diem aja.
Baru aja kemarin ada kejadian ada yang ditegur petugas karena begitu. Eh ortunya cuma: tu kaann dimarahin kaan makanya gak boleh. Lha padahal ortunya selama anaknya gitu awalnya ngebiarin aja hehe.
Anak-anak bisa anteng kok selama di transum asal diedukasi dulu sebelumnya, kalau naik transum seperti apa. Saya beberapa kali ajak kiddos naik transum juga, tapi kalau bawa beberapa anak saya kewalahan kalau sendirian jadi harus ada temannya karena kiddos butuh pengawasan. Namanya juga anak-anak yang kadang pertanyaan dan tingkahnya amazing selama tidak membahayakan dan wajarserta tidak emngganggu orang lain ya sudahlah. Intinya anak dibuat nyaman saat naik transum sehingga tidak rewel selama perjalanan
ReplyDelete