Hari masih pagi. Waktu baru menunjukkan pukul pukul 8 lebih sedikit. Cuaca cerah di kota Tua Jakarta sudah ramai. Apalagi matahari bersinar hangat.
Hari Minggu itu, saya akan ikut Walking tour lagi, jalan-jalan mengitari kota tua. Mulai dari Museum Jakarta dan finish di museum Bahari. Seru dan menyenangkan. Dan di antara peserta ada juga peserta anak-anak. Mereka tidak kalah semangat dengan peserta dewasa.
Seru nih. Dan ini bukan kali pertama saya ikut walking tour yang ada peserta anak-anak. Pastinya mereka tidak mendaftar sendiri, tapi diajak orang tua. Saat saya ngobrol dengan salah satu orang tua, ternyata memang awalnya orang tua menawari anaknya, mau ikut tidak? Lalu anaknya mau, eh keterusan pengin ikut walking tour lagi dan lagi.
Dan ternyata banyak manfaat saat yang didapatkan anak saat ikut walking Tour. Apa saja itu? Yuk, ikut ulasannya berikut ini
Menambah Pengetahuan dan Wawasan
Ikut walking tour tour itu tidak hanya sekadar berjalan-jalan atau juga mengunjungi tempat-tempat seru dan bersejarah. Saat anak-anak ikut walking tour, dijamin akan menambah pengetahuan. Dan ini bisa mudah menyampaikan sesuatu pada anak.
Karena anak-anak tidak suka diberitahu sesuatu hal secara langsung. Jadi kesannya menasihati Kalau dalam menulis cerita showing don't telling. Jadi saat walking tour anak-anak mendapat penjelasan juga apa yang dilihat, bukan hanya sekadar ditunjukkan saja. Jadi dengan melihat langsung paham. Misalnya, Oh ini namanya jembatan Kota Intan, bagaimana dulu sejarahnya dan lainnya.
Menguatkan dan Menyehatkan Badan Anak
Ikut walking tour jelas menguatkan dan menyehatkan badan anak. Berjalan kaki bisa membantu membakar kalori. Ini bagus untuk untuk anak obesitas. Terus sinar matahari juga adalah vitamin B yang sangat bagus untuk tubuh. Gratis pula. Saat Anak berjalan dan berkeringat itu sesuatu yang bagus.
Mempererat Hubungan Anak dengan Orang Tua
Ikut walking tour bersama anak pastinya akan meningkatkan bonding. Semingguan ini kan, orang tua sibuk bekerja dan anak sekolah. Nah walking Tour akan mendekatkan orang tua dan anak. Apalagi berjalan bersama sepanjang tour. Misalnya saat istirahat, orang tua bisa bertanya kepada anak apa saja kegiatan selama seminggu ini.
Persiapan Saat Mengajak Anak Walking Tour
Biar anak ikut walking tour lancar jaya dan menyenangkan, maka beberapa hal di bawah ni perlu disiapkan. Apa saja itu?
Stamina Anak
Pastinya sebelum ikut walking Tour, fisik anak-anak harus dijaga ya. Makanya makanan harus sehat dan bergizi. Juga tidur yang cukup sebelum ikut. Jangan tidur kemalaman, agar cepat bangunnya. Karena sesuai pengalaman saya, walking tour sering diadakan pagi hari dan berakhir tengah hari. Jadi harus bangun pagi dan tepat waktu sampai di titik kumpul. Ini juga melatih anak-anak untuk disiplin.
Kalau stamina bagus, maka anak-anak akan maksimal ikut walking tournya. baik saat berjalan atau menyimak informasi yang diberikan dari pemandu wisatanya. Nanti kalau fisik kuat sejak kecil, maka saat dewasa nanti akan sudah terbiasa saat akan menjelajah tempat-tempat indah lainnya. Misalnya Sabana Gunung Sinabung Permata di Balik Desa Mati. Wah pastinya seru sekali, ya.
Perlengkapan pendukung
Gunakan pakaian yang menyerap keringat. Jadi bagusnya kaos. Terus gunakan alas kaki yang nyaman. Lebih bagus pakai sepat kets atau sepatu olahraga. Saya tidak menyarankan anak-anak pakai sandal gunung hehehe. Terus jangan lupa bawa topi.
Bawa bekal
Saat anak ikut walking tour, jangan lupa orang tua memBawa bekal. Camilan dan air putih selana di perjalanan . Apalagi kalau cuaca panas, pasti akan haus dan perlu banyak minum agar tidak dehidrasi. Bisa sih mampir ke warung membeli air minum. Tapi harus sat set agar tidak ketinggalan dengan rombongan.
Kalau sesuai pengalaman saya, bagusnya mengajak anak Walking tour mulai anak usia 11 tahun. Kalau di bawah 11 tahun bagusnya itu ikut walking tour bersama rombongan sekolah saja dan lebih ke tempat yang tertutup, bukan di ruangan terbuka. Misalnya museum.
Dampingi Terus Anak
Dampingi terus anak agar aman dan nyaman. Jangan sampai lepas pengawasan dan anak berada di tempat yang membahayakan. Misalnya saat berada di tempat tinggi.
Jangan memaksa bila tidak kuat
Terus tanyakan kepada anak, apa masih kuat berjalan atau tidak. Bila anak lelah, bisa beristirahat sejenak. Namun bila ternyata anak sudah tidak kuat meneruskan walking Tour, jangan dipaksakan. Langsung berhenti saja. Jadi penting sekali orang tua mengetahui jarak yang akan ditempuh saat mengajak anak walking tour. Bahkan bagusnya orang tua sudah pernah mengikuti Walking Tour itu. Dan bagi anak yang baru diajak, cukup pilih yang jarak pendek-pendek saja. Sebagai pengalaman baru bagi anak.
Tapi sesuai pengalaman saya, anak-anak yang sudah terbiasa ikut walking tour akan kuat dan bisa mencapai titik tujuan akhir dari walking Tour. Bahkan nantinya akan kuat jalan ke mana-mana sebagai traveler. Nantinya akan banyak cerita juga yang bisa dibagikan kepada orang lain, termasuk lewat blog. seperti teman saya Travel Blogger Medan yang blognya dengan cerita-cerita keren seputar perjalanannya.
Itu dia manfaat dan tips saat mengajak anak ikut Walking Tour. Pokoknya banyak hal bermanfaat yang akan dirasakan anak. Mereka akan minta ikut terus. Selamat Walking Tour.
Ngajak anak² walking tour itu beneran challenging Pak Bams.. Selain stamina masih ada lagi, tantrumnya anak. Hehehe..
ReplyDeleteInget dulu ada salah seorang teman anak saya yang begitu. Padahal bekal sudah dibawa karena ada jajan kaki lima di sepanjang rute walking tour, hasilnya satu anak tantrum dan bikin beberapa anak (termasuk anak saya) ikutan tantrum. 😂Namanya anak² ya Pak kadang satu nangis menular ke lainnya. 😁
Makanya pendampingan dan sounding pada anak sangat penting sebelum acara walking tour ini. ❤️❤️
Mas Bams, nulisnya jangan buru-buru atuh.. banyak yang typo tuh. Trus mau koreksi, kalau kurang minum itu bisa dehidrasi mas, bukan degradasi hehe. Maap yak bawel. Anw, aku setuju tu walking tour itu banyak manfaatnya tuk anak, wisata yang ramah kantong, tapi seru, dapet pengetahuan dan pengalaman juga.
ReplyDeleteAku juga pernah ikut walking tour dan ada seorang ibu yang membawa kedua anaknya dan sepertinya mereka sudah terbiasa ikut walking tour gt pak...
ReplyDeleteTapi setelah baca ini jadi inget sama ponakan jd kepikiran mungkin next kalo aku ikut walking tour lagi bisa nawarin mereka kira2 mau ikut atau tidak karena menurutku lumayan seru ini walking touur bisa menambah pengetahuan
Aku menyoroti manfaat walking tour bersama anak itu punya bounding dengan orang tua. Setuju sekali. Melatih stamina dengan mendapatkan pengetahuan lebih pada destinasi dan waktu dalam perjalanan bisa digunakan untuk lebih dekat antara orang tua dan anak.
ReplyDeleteKegiatan yang sangat bermanfaat dan semoga tulisan ini bisa dibaca banyak orang tua dan bisa jadi refrensi untuk mau mengajak anak-anak buat walking tour.
Anakku yg sulung suka diajak walking tour begini. Kadang kalo traveling ke LN, supaya irit, aku senengnya ikut walking tour mas. Dan tempat yg didatangin juga menarik, lengkap Ama penjelasan. Jadi bisa paham sejarahnya.
ReplyDeleteYg di JKT ini aja aku blm pernah tawarin anak. Sejujurnya bukan Krn ga tertarik, tp Krn panas hahahahahah
Itu yg bikin jalan jadi cepet capek. Nantilah, mungkin aku dulu yg harus ikutan, jadi bisa menilai kira2 anakku bakal tahan atau ga
walking tour bersama keluarga pasti seru banget ya. Sebab bisa makin merekatkan kebersamaan antar anggota keluarga. Terlebih juga yang masih ada anak kecil, bisa bermanfaat juga buat mereka dalam membentuk kepribadian
ReplyDeleteBelum pernah ikut walking tour dan belum pernh ke kota tua juga. Tapi pengin sekali suatu hari merasakan bersama anak-anak.
ReplyDeleteSetuju soal walking tour bisa melatih stamina serta meningkatkan bonding anak dan orang tua. Apalagi ditambah pengetahuan yang pasti akan bertambah. Semoga suatu hari bisa ikutan.
Ternyata bukan hanya orang dewasa saja yang ketagihan ikutan walking tour ya. Anak-anak pun bisa ketagihan dan kepingin terus ikutan walking tour. Asli ini menarik sih. Kebetulan setiap ku ikutan walking tour lebih seringnya sama yang sebaya dan kadang ada beberapa lansia.
ReplyDeleteBener sekali, tips dari mas Bambang jitu buat memastikan anak yang ikut walking tour tetap aman dan nyaman. Pemilihan kaos yang tepat, bawa bekal dan pastinya bakalan nambah wawasan anak serta meningkatkan bonding antara anak dan ortu.
Iyaaa betul banget paa, ajak anak walking tour itu jadi bisa mempererat bonding anak dan ortu. Yaa harus diseringin ajak anak² ke tempat edukatif seperti ini agar lebih bermakna, gak cuma sekedar jajan dan main² aja.
ReplyDeleteSeru ajak anak-anak walking tour begini bisa bermain sambil belajar dan olahraga sekalian hanya memang alat tempur harus lengkap apalagi cuacanya terik
ReplyDeleteDuh, jadi kangen banget ngajak anak walking tour gegara manfaatnya ternyata emang banyak banget yaaa.. Kalau dulu walking tour kita bisa sampe muterin kota seharian, bahkan beberapa hari.. Bener banget sih paling kerasa jadi waktu bonding paling ampuh Mas.. Next coba juga lagi sambi bawa bayi, hehe
ReplyDeleteNgajak anak ikut walking tour gini sebetulnya karena kita mau ngajak mereka ke suatu tempat tapi gak hanya jalan-jalan aja, tapi juga tau sejarahnya. Aku pernah juga nih ngajak anak-anak ikut walking tour di museum nasional. Lumayan lah ya, walaupun pada jalan, tapi setidaknya gak pada kepanasan, soalnya indoor, hehehe.
ReplyDeleteNah, tapi mengajak anak walking tour juga harus siap dengan hal yang tak terduga sih. Kayak yang Dinda bilang itu, kadang udah persiapan ini itu, eh tiba-tiba anaknya tantrum, ahaha. Mungkin karena dia gak nyangka, ternyata jalannya panjang juga ya makanya capek dan tantrum akhirnya. Anak aku yang terakhir juga udah agak tantrum saat ikutan walking tour museum nasional itu, tapi berhubung aku bawa bapaknya juga, jadinya dia digendong deh, hehe. Aku sama bapaknya gantian gendong. Kalau udah gak kuat, ya istirahat dan gak ikut rombongan, baru nyusul saat sudah bisa dikondisikan kembali :D
Acara walking tour ini paling disukai saat anak-anak kecil
ReplyDeleteApalagi klo berkunjung ke tempat tempat bersejarah
Tapi semakin besar, anak-anak saya kok g suka diajak walking tour gini
Anak2 usia SD atas atau SMP lha ya udah cucok diajakin walking tour, asal anaknya emang minat. Kalau diajakin doank anaknya dah ogah2an dijamin tantrum di jalan wkwk.
ReplyDeleteTapi seru sih pak walking tour ngajak anak, apalagi kalau yang rasa ingin tahunya tinggi ditambah suka nulis catatan pasti akan jadi pengalaman tak terlupakan yaa.
Anakku belum pernah beneran walking tour, tapi kalaui ke museum2 udah beberapa kali sih, kami naik angkutan umum juga.
Bener stamina kudu bagus banget kalau mau jalan.
Biasanya asalkan makanan aman, mereka gak cranky haha.
Walking tour ini bikin anak-anak punya perspektif yang berbeda terhadap sebuah wilayah yaa... jadi mengenal kotanya, sejarahnya dan semakin memperkuat nasionalisme jugaa..
ReplyDeleteSerru banget ngajakin anak-anak walking tour, terutama yang uda paham dan bisa diajakin diskusi.
Sepakat Pak, kalau walking tour dengan kiddos itu ga usah ngegas, kalem aja, istirahat kalau capek, ya walaupun jadinya lebih lama, tapi akhirnya mereka juga bisa belajar dengan baik lho. Saya ebberapa kali melakukan ini, kalau mereka kecapekan malah rewel. Anak bungsuku kan masih 7 tahun, kalau mau gendong ya berat dong, ya sudah la, ngikutin ritme dia aja, walaupun kadang yang sulung pengen cepat jalan lagi
ReplyDeleteMengajak anak untuk walking tour itu bisa menjadi sarana bounding yang tepat. Terkadang si anak baru mau cerita masalahya ketika energinya terpakai. Kalau di rumah, mungkin karena tidak ada kegiatan, dia jadi kurang termotivasi untuk bercerita lebih.
ReplyDelete