} Saat Hewan Peliharaan Anak Mati - Rumah Kurcaci Pos

Saat Hewan Peliharaan Anak Mati

Hari sabtu kemarin, keponakan saya paling kecil usia 5 tahun sedih. Sebabnya, salah satu ikan koi yang ada di  kolam rumahnya itu mati. Padahal sudah lama juga dirawat, bahkan sebelum dia lahir hehehe. 



Awalnya, ikan koi berwarna hitam itu berenang miring di dasar kolam, karena perutnya besar. Kata papahnya, ikan itu lagi hamil dan sebentar lagi akan melahirkan anak. Tentu saja keponakan saya senang, karena akan bertambah lagi ikan koi miliknya. Ikannya nanti jadi banyak ya... ucapnya girang.

Eh, sorenya, saat papahnya akan memberi makan ikan-ikan koi, ternyata ikan koi yang perutnya besar itu sudah menggambang di permukaan kolam, karena sudah mati. Wah, keponakan saya langsung sedih. Papahnya bergegas membuang ikan itu. Eh, keponakan saya ngotot minta perut ikan itu dibelah. Dia mau lihat, apakah di dalam perut ikan itu ada anak-anak ikan hahaha. Tentu saja permintaannya tidak dikabulkan hahaha.

Saat hewan peliharaan mati, memang sedih rasanya. Seperti ada kehilangan. Tidak hanya bagi anak-anak tapi juga orang dewasa. Apalagi kalau hewan peliharaan itu sudah dirawat sejak kecil atau sudah lama. Terus hewan peliharaan itu bersama setiap hari. Pastinya ada ikatan batin antar si pemilik dan hewan peliharaan. Lalu apa yang harus orang tua lakukan pada anak, ya? Bagi anak-anak, pastinya ini harus diberi pengertian juga. 

Sebabnya Hewan Peliharaan Mati

Saat hewan peliharaan saatnya mati, kita bisa apa. Apalagi hewan peliharaan mati, bukan mutlak karena kelalaian pemilliknya. Bisa juga karena usia, cuaca, bahkan virus yang sedang merebak. Termasuk faktor air yang berkaitan dengan ikan. Dan inilah yang harus dijelaskan kepada anak.



Sakit

Faktor utama hewan peliharaan mati, biasanya memang karena sakit. Nah, tidak semuanya pemilik hewan peliharaan, bisa cepat mendeteksi hewan peliharannya apakah sehat atau sakit. Apalagi bila memang yang merawat hewan itu anak-anak, yang terkadang terlalaikan merawat hewan peliharaan, kerena aktivitas sekolah dan lainnya.

Usia

Beberapa hewan memang usianya tidak panjang. Dan ini biasanya karena hewan peliharaan itu sudah lama dipelihara, dan usianya sudha tua. Misalnya keluarga memelihara anjing. Nah, anking itu sudah ada sejak salah satu orang tuanya masih kecil. Kemudian terus dipelihara sampai sekarang.

Cuaca

Faktor cuaca juga menyebab hewan peliharaan mati. Misalnya saat cuaca hujan terus, udara dingin, sehingga lembab. 

Virus

Virus yang sedang merebak memang riskan bagi hewan peliharaan. Biar kita sudah maksimal berusaha, tapi kadang hewan peliharaan tak tertolong dan akhirnya mati.


Kecelakaan

Banyak hewan peliharaan mati juga karena kecelakaan. Misalnya anjing atau kucing mati yang tertabrak kendaraan saat bermain di luar rumah. Ada yang mati di tempat kejadian, ada juga yang tidak bisa diselamatkan saat dibawa ke klinik.


Saat Hewan Peliharaan Anak Mati

Peran orang tua memang paling utama saat hewan peliharaan  anak mati. terus apa yang harus dilakukan oleh orang tua, ya?



Menghibur

Hal pertama yang ahrus dilakukan orang tua saat hewan peliharaan mati adalah menghibur anak yang sedih. Tentu beri penjelasan juga, kenapa hewan peliharaannya mati. Beri pengertian, kalau hewan pun punya usia dan ajal masing-masing. Yang pentig anak sudah merawat hewan itu dengan baik selama masih hidup.

Jangan lupa anak diberi semangat, agar jangan terlalu lama bersedih. Karena banyak hal-hal penting yang harus dilakukan. Mulai dari kegiatan sekolah, les, dan tugas-tugas lain di rumah. Jangan sampai sedih lama, nilai-nliai pelajaran jadi turun. Anak malah akan rugi sendiri.

Orang tua juga bisa minta bantuan teman atau sahabat anak untuk menghiburnya. Kalau dengan sebaya, anak akan lebih enjoy untuk mencurahkan isi hatinya. Biasanya akan lebih cepat untuk menghilangkan kesedihannya.


Ajak Melakukan Aktivitas

Biar anak-anak tidak larut dalam kesedihan, maka ajak melakukan berbagai aktivitas. Ini gunanya agar anak melupakan kesedihannya. Selain itu akan meningkatkan keakraban antara orang tua dan anak itu.

Orang tua bisa mengajak anak ke taman yang dekat rumah. Bisa berolahraga sambil bermain juga. Apalagi di sana akan bertemu dengan teman-teman sebayanya juga. Bermain dan tertawa bersama akan menghilangkan kesedihan lain.

Anak-anak juga bisa diajak ke perpustakaan. Apalagi di sana banyak buku-buku bacaan menarik. Tidak hanya buku cerita, buku seputar cara memelihara hewan peliharaan dengan baik juga ada. Jadi pengetahuan anak pun semakin bertambah.

Melakukan aktivitas di rumah juga boleh sekali. Orang tua bisa mengajak anak mulai dari membereskan rumah bersama, memasak bersama, sampai dengan nonton film keluarga bersama. 


Memelihara Hewan Baru

Biar anak tidak larut dalam kesedihan, bisa mulai memelihara hewan lagi. Bisa hewan yang sama. Misalnya kalau dulu memelihara kucing, bisa memelihara kucing lagi. Jadi anak lebih mudah merawatnya karena sudah terbiasa.

Atau bisa juga anak memelihara hewan yang berbeda. Tujuannya agar anak-anak bisa tahu bagaimana cara merawat hewan lain. Anak-anak juga akan merasakan hal dan suasana baru dengan hewan yang berbeda. Jadi orang tua bisa menyerahkan pilihan apda anak. Asalkan hewan peliharan itu masih sesuai.

Nah, biar lebih seru, anak bisa diajak ke pasar hewan. Nantinya di sana anak-anak bisa memilih hewan yang akan dipeliharanya. Anak-anak juga bisa bertanya atau mendapat penjelasan dari si penjual hewannya. Bisa sekalian jalan-jalan juga bersama anak.

Nah, itu dia yang bisa dilakukan orang tua saat hewan peliharaan anak mati. Memang sedih saat hewan peliharan mati. Tapi ada sisi lainnya. Anak-anak akan lebih merawat hewan peliharaannya.

Bambang Irwanto

Subscribe to receive free email updates:

11 Responses to "Saat Hewan Peliharaan Anak Mati"

  1. Jadi ingat pas ponakan nangis gara-gara ikanya menggelepar-gelepar di tanah. Untung selamat sih karena dia segera laporan sambil mewek. Hehehe. Habis itu dikasih tahu kalau si ikan bisanya hanya hidup di air. Emang penting sih ngasih pengertian ke anak. Jadi pembelajaran buat mereka nanti.

    ReplyDelete
  2. Beberapa waktu lalu, kucing kesayangan kami mati
    Nggak hanya anak anak yg sedih, aku oun sedih banget
    Sampe sekarang pun masih teringat

    ReplyDelete
  3. Waktu daku kecil, hewan peliharaanku mati si ayam, beneran dihibur sama kakak dan Abang²ku, walau ya gitu ujung²nya ngocol. Tapi jadi penguatan juga sih, bahwa memang setiap yang bernyawa pasti mati

    ReplyDelete
  4. Hewan peliharaan klo udah sayang dan tiba2 mati pasti rasanya sedih. Perlu ngasih pemahaman dan menghibur anak biar nggak sedih berlarut-larut.

    ReplyDelete
  5. tetap dukung anak dan jangan sampai mereka larut dalam perasaan bersalah. Perlu pendampingan. Merawat hewan bisa mengajarkan anak banyak hal. Yang pasti pilih hewan yang anak sukai

    ReplyDelete
  6. Ya Allah pasti sedih banget, seperti anakku pulang sekolah kucingnya mati di terkam anjing.
    Nangissnyaa ya ampyun anak anak tu kehingan banget, berhari2 sedihnya.

    ReplyDelete
  7. inget banget waktu dulu anakku melihara kucing, eh meninggal ditabrak motor/mobil. anakku sediiih banget jadinya. Sekarang ngajarin lagi anak untuk memelihara hewan, tapi yang resiko matinya kecil, akhirnya pelihara ikan. dia jadi seneng lagi deh..

    ReplyDelete
  8. Bagian tersedih dari memelihara hewan memang kalau si hewan kesayangan itu mati. Sejak aku kecil sampai hari ini, udah nggak kehitung berapa kali aku nangis karena kucingku mati. Tapi yaaa tetap miara kucing lagi, karena lebih sedih kalau mereka tersia-sia dan dianiaya orang lain di luar sana.

    ReplyDelete
  9. Bener banget kehilangan hewan peliharaan itu emang menyakitkan apalagi pas tahu hewan peliharaannya mati. Nggak cuma anak-anak tapi juga orang dewasa saya aja sering banget tuh kalau kucing mati nangis sampai seminggu buat berhenti-berhenti hehe. Iya juga ya, penting untuk ngasih pemahaman ke anak-anak penyebab kematian hewan peliharaan mereka

    ReplyDelete
  10. Kami sekeluarga melihara kucing, bahkan saya melihara kucing sejak orok, hehehe. Jadi, kehilangan kucing karena kematian udah sering banget ngalamin sampai pernah trauma gak mau melihara kucing lagi sampai kembali melihara ketika anak anak mulai usia toddler. Baru aja bulan lalu kami kehilangan si koki, kucing kesayangan kami yang seusia anak si bungsu.

    Tapi yang paling sedih justru bukan anak - anak, melainkan saya! Hahaha. Iya lah di urus sejak bayi sampai sakit dan akhirnya meninggal. Duh nyesek banget rasanya. Masih ada kucing Dirumah, tapi kan bukan si Kiki, hehehe.

    Si koki itu loh mas yang ada di banner blog saya, hihihi.

    Anak anak pernah sedih banget waktu kematian hamster mereka, sampai nangis. Tapi mereka gak mau ganti hamster baru, katanya gak mau melihara hamster lagi. Hiks.

    ReplyDelete
  11. Kami sekeluarga melihara kucing, bahkan saya melihara kucing sejak orok, hehehe. Jadi, kehilangan kucing karena kematian udah sering banget ngalamin sampai pernah trauma gak mau melihara kucing lagi sampai kembali melihara ketika anak anak mulai usia toddler. Baru aja bulan lalu kami kehilangan si koki, kucing kesayangan kami yang seusia anak si bungsu.

    Tapi yang paling sedih justru bukan anak - anak, melainkan saya! Hahaha. Iya lah di urus sejak bayi sampai sakit dan akhirnya meninggal. Duh nyesek banget rasanya. Masih ada kucing Dirumah, tapi kan bukan si Kiki, hehehe.

    Si koki itu loh mas yang ada di banner blog saya, hihihi.

    Anak anak pernah sedih banget waktu kematian hamster mereka, sampai nangis. Tapi mereka gak mau ganti hamster baru, katanya gak mau melihara hamster lagi. Hiks.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung ke Rumah Kurcaci Pos. Tidak diperkenankan menggunakan konten di blog ini, tanpa seizin Kurcaci Pos. Terima kasih.