} Porsi Berpuasa Anak di Bulan Ramadan - Rumah Kurcaci Pos

Porsi Berpuasa Anak di Bulan Ramadan

Alhamdulillah, tidak terasa ya, Ramadan sudah berjalan beberapa hari. Anak-anak sudah terbiasa berpuasa. Drama-drama berpuasa anak-anak sudah mulai berkurang. Apalagi mereka pun sudah mulai masuk sekolah. 



Nah, agar anak-anak lancar berpuasa dan terus ceria selama bulan Ramadan, maka orang tua harus terus menjaga kondisi anak. Dan yang paling penting, semua harus pas. Nah, ini dia beberapa hal yang harus disesuai pada anak selama berpuasa di bulan Ramadan.

Tahapan Berpuasa Anak

Hal pertama yang harus disesuaikan pada anak-anak adalah porsi berpuasa, karena setiap anak berbeda. Semakin tinggi usia anak, maka daya tahannya juga berpuasa semakin kuat. Malah terkadang ada 2 anak dengan usia yang sama, tapi kemampuan daya tahan tubuhnya berbeda.



Jadi sesuai saja tahapan berpuasa pada masing-masing anak. Pastinya orang tua yang sangat mengenal baik kondisi anak. Tidak usah terlalu dipaksakan. Biarkan anak-anak enjoy dulu menjalankan puasa. Apalagi banyak anak-anak masih tahap bawal belajar puasa.

Tahap pertama,  awal anak berpuasa setengah hari dulu. Tahap 2 anak berpuasa setengah hari dulu, lalu lanjut lagi berpuasa sampai magrib. Tahap 3, anak anak berpuasa sehari penuh.

Makanan

Hal kedua ini,harus paling diperhatikan oleh orang tua saat anak menjalankan puasa adalah seputar makanan. Karena puasa itu kan, berkaitan dengan apa yang dikonsumsi anak. Baik saat sahur, maupun saat berbuka puasa. 



Porsi Makanan dan Minuman

Porsi makanan anak-anak selama sahur dan berbuka memang harus pas dan sesuai. Intinya harus cukup, agar anak-anak mempunyak stamina yang kuat selama menjalankan puasa satu hari penuh.

Pastinya porsi makanan anak jangan sampai kebanyakan. Malah nanti tersisa dan dibuang. Sangat sayang sekali. Jadi lebih baik, mengambil sedikit makanan dulu, bila kurang,  boleh tambah lagi. Anak-anak diajarkan untuk menghargai maanan. 

Apalagi masih banyak anak lain yang kekurangan makanan. Malah bisa diajarkan anak-anak berbagi kepada teman lain. Tentunya berikan makanan dan minuman terbaik, agar yang menerima juga senang hati, bermanfaat dan berkah.

Saat anak-anak berbuka puasa,  juga jangan kekenyangan. Biasanya saat berbuka puasa, anak-anak pun akan nafsu. Ini wajar karena seharian menahan haus dan lapar. Apalagi beragam menu makanan sudah tersedia di meja makan.

Tapi tetap diingatkan, jangan sampai kekenyangan dan perut jadi begah. Nanti malah perut sakit, dan tidak bisa tarawih di masjid. Ingatkan kembali kalau perut itu terisi 3 bagian yaitu, sepertiga makanan, sepertiga air, dan sepertiga udara.

Rasa dan kualitas Makanan dan minuman

Salama Ramadan, pasti tidak lepas dari berbagai takjil berbuka.  Saat Ramadan berbagai takjil banyak dijual mulai dari kolak, es sop buah, es cendol dan lain-lain. Membeli lebih praktis daripada membuat sendiri.

Tapi hal ini harus diperhatikan oleh orang tua juga. Apakah takjil yang dibeli itu rasanya pas untuk anak-anak. ini Sebaiknya orang tua mencoba dulu, karena bisa saja menggunaan pemanis buatan yang tidak bagus untuk anak. 

Begitu juga gorengan yang dibeli. Aneka gorengan memang jadi pilihan saat berbuka puasa. Tapi terkadang banyak penjual hanya mengejar keuntungan saja. Mungkin saja minyak yang digunakan kurang bagus, sehingga rasa gorengannya sengar, yang bisa menyebabkan batuk.

Makanan juga jangan terlalu pedas atau kecut. Pastinya kemampuan perut orang dewasa berbeda dengan perut anak-anak. Jadi harus dibedakan saat membeli makanan untuk anak.

Sebaiknya, anak-anak jangan minum terlalu banyak minum es. Secukupnya saja. Karena nanti bisa flu. Bisa menganggu aktivitas Ramadan, temasuk salat tarawih. 

Nah, untuk mencegah anak sakit dari konsumsi makanan dan minuman yang dibeli, memang sebaiknya bila orang tua ada waktu, bisa  membuat takjil atau camilan sehat untuk anak. Selain murah dan aman, juga lebih menyehatkan bagi anak-anak

Porsi Istirahat 

Selama berpuasa, sebaiknya anak-anak beristirahat yang cukup. Dan tidur sangat dianjurkan. Selain menambah stamina, juga mendapat pahala. 



Jadi anak-anak sebaiknya tidur cepat di waktu malam. Sehingga pas waktu makan sahur, tidak ada drama susah dibangunkan. Anak-anak pun bisa memaksimalkan waktu makan sahur.

Setelah makan sahur lalu salat subuh, anak-anak bisa tidur dulu. Biar nanti di sekolah tidak mengantuk, dan tetap bisa menerima pelajaran dengan baik.

Lalu sepulang sekolah, anak-anak bisa tidur lagi dan beristirahat sampai menjelang ashar. Waktu bermain bersama teman di rumah bisa dihilangkan dulu. Selain akan capek, bisa saja menimbulkan perselisihan. Nah nanti menjelang berbuka, bisa ngabuburit bersama teman.

Manfaat Membatasi Berbagai Porsi Anak

Saat orang tua membatasi berbagai porsi anak selama bulan puasa, pastinya banyak manfaat yang dirasakan anak. Nantinya bisa tetap diterapkan anak-anak di luar bulan Ramadan.



Pertama, anak akan mulai terbiasa melakukan sesuatu sesuai dengan batasannya. Anak-anak paham kalau ini dilakukan, akan mendapatkan hal yang baik. Sebaliknya kalau dilanggar, akan mendapatkan sesuatu tak baik, bahkan merugikan diri sendiri.

Kedua, anak-anak diajarkan untuk disiplin dalam melakukan sesuatu hal. Pastinya ini sangat baik untuk perkembangannya juga, karena hampir segala sesuatu membutuhkan kedisiplinan.

Yang ketiga, anak-anak diajarkan untuk menjaga kesehatan. Makanan dan minuman yang enak di lidah, belum tentu cocok dan sehat untuk tubuh. Mana yang cocok untuk dirinya, mana yang tidak Kalau sehat, maka akan lancar beraktivitas.

Itu dia hal-hal yang harus diperhatikan orang tua selama anak-anak berpuasa. Insya Allah bila diterapkan, maka anak-anak tidak hanya ceria, tapi juga sehat selamat berpuasa di bulan Ramadan.

Bambang Irwanto


Subscribe to receive free email updates:

13 Responses to "Porsi Berpuasa Anak di Bulan Ramadan"

  1. Dalam mendukung anak berpuasa di bulan ramadhan memang harus ada perhatian khusus bagi orangtua, terlebih ketika anak baru dalam tahap belajar. Kita harus memberikan mereka kesan bagaimana agar bahagia saat puasa.

    Perhatian itu pada porsi-porsi yang sudah disebut dalam tulisan ini. Terus kalau anak belum akil balig, boleh lah edukasi pentingnya puasa diberikan, tapi jangan mewajibkan dulu ke mereka. Kan mereka belum wajib.

    ReplyDelete
  2. Mengajarkan puasa pada anak memang penting dan iya kita harus sesuaikan dg kemampuan anak juga. Kalau dipaksakan kasihan anaknya.

    ReplyDelete
  3. Untuk porsi makan anak-anakku masih sama, karena masih nafsu makan mereka. Cuma porsi istirahat yang aku lebihkan, kurangin main di luar rumah

    ReplyDelete
  4. Memang bulan Ramadan ini mengajarkan disiplin salah satunya disiplin bangun pagi dan ibadah tepat waktu karena ikut jamaah di masjid.

    ReplyDelete
  5. Anak-anak adalah mereka yang bahagia banget kalau bulan puasa. Sebagai orangtua sudah semestinya mendukung dan memberikan makanan yg cukup ketika berbuka dan sahur.

    Dan ya, porsi makanan yg cukup ini sangat tepat. Jangan sampai berlebih, jadinya juga gak baik. Sslain itu, makanan kondisi perut anak dan orang dewasa berbeda.

    Setuju babget, jangan banyak minum es. Saya juga lsgi menghindari es selama puasa.

    ReplyDelete
  6. untuk rasa makanan bagi si kecil berarti kudu yang tepat ya Pak.
    apalagi sebisa mungkin juga jangan yang terlalu pedas, kasihan buat lambungnya

    ReplyDelete
  7. Senang sekali dengan antuasiasme mas Bams untuk menuliskan tips seputar mendampingi anak-anak dalam melaksanakan ibadah di Bulan Ramadan. Selain itu dapat informasi, sebenernya ini menjadi penyemangat kita sebagai orangtua untuk menanamkan iman dan tauhid sejak sedari dini.

    ReplyDelete
  8. Wah, bener banget nih! Kuncinya memang porsi makanan dan minuman yang pas selama Ramadan, ya. Gak cuma tentang puasanya aja, tapi juga soal kesehatan dan disiplin anak-anak. Pasti, bimbingan dari orang tua dalam hal ini akan membawa manfaat besar buat perkembangan mereka. Semoga semua bisa menjalankan Ramadan dengan ceria dan sehat selalu! 🌙🍲

    ReplyDelete
  9. Jadi ingat ketika mengenalkan puasa kepada kedua anak saya. Seminggu pertama mereka puasa hanya setengah hari, selanjutnya sampai Ashar, dan akhirnya bisa tamat puasa sampai maghrib. Intinya tidak memaksakan tapi dilatih sedikit demi sedikit.

    ReplyDelete
  10. Anak-anakku sejak usia SD kelas 3 sudah mulai belajar berpuasa. Dulu si Kakak nggak pernah mengeluh lapar, lemas, haus, dan sebagainya. Berbeda dengan adiknya, di usia yang sama terkadang ngeluh lemas, tapi untung nggak sampai batal. hehe...

    ReplyDelete
  11. Kondisi anak dan orang dewasa memang beda ya. Jadi harus benar-benar diperhatikan itu. Apalagi kondisi sebelumnya mungkin anak tidak terbiasa, jadi jangan sampai jiwa dan raganya anak kaget...

    ReplyDelete
  12. Note, terimakasih mbaa tipsnyaa aku juga lagi ngajarin anak puasa soalnyaaa. aku cobain beberap cara dari sini semoga berhasil!

    ReplyDelete
  13. Tips yang bermanfaat mas, pas banget
    Tahun ini si bungsu yang berusia 8 tahun sudah rutin puasa sampai magrib
    Semoga kalau aku menerapkan porsi anak ini, dia bisa konsisten puasa full sampai akhir

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung ke Rumah Kurcaci Pos. Tidak diperkenankan menggunakan konten di blog ini, tanpa seizin Kurcaci Pos. Terima kasih.